Training Management

BUSINESS PROCESS MAPPING & IMPROVEMENT

Salah satu strategi bisnis yang dapat dipilih oleh pemimpin perusahaan adalah operational execellence atau cost leadership, yaitu suatu cara untuk mengelola bisnis dengan menggunakan sumber dayanya seefisien mungkin untuk mencapai hasil bisnis yang efektif. Workshop ini dirancang untuk membantu para pimpinan perusahaan dan praktisi bisnis untuk mengelola operasional perusahaan secara efektif dan efisien. Melalui pemetaan proses mulai dari Business Process Map, Relationship Map dan Cross Functional Map sampai dengan penetapan dalam Standard Operating Procedure akan didiskusikan dalam workshop dua hari ini.

Dengan metodologi yang jelas serta dipandu oleh konsultan yang menguasai konsep-konsep tersebut secara akademis dan berpengalaman dalam implementasi di berbagai jenis industri, maka peserta akan dipandu langkah demi langkah untuk mendapatkan pengalaman empiris melalui kegiatan dan latihan learning by doing dalam simulasi workshop.

Workshop Outcome

  • Pada akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:

  • Memahami konsep proses dan business process;

  • Memahami konsep Supplier Input Process Output Customer (SIPOC);

  • Membuat Business Process Map sesuai dengan nature bisnis perusahaan;

  • Membuat Relationship Map sebagai dasar untuk membangun organisasi perusahaan;

  • Membuat Cross Functional Map yang sesuai dengan strategi perusahaan dan operasional lapangan;

  • Membuat SOP sesuai dengan Business Process Map dan Cross Functional Map perusahaan;

  • Meningkatkan komitmen dan tanggung jawab karyawan dalam menyusundan menjalankan operasional perusahaan secara efektif dan efisien.

Kerangka Workshop

  • Tantangan Bisnis dan Business Model di era Globalisasi;

  • Mengapa ISO 9001:2015 kurang berdampak terhadap bisnis;

  • Kepuasan dan loyalitas pelanggan;

  • Developing Business Process Map;

  • Developing Cross Functional Map;

  • Developing Standard Operating Procedure;

  • Change Management dalam Getting Commitment and Responsibility;

  • Process Based Organization Design;

  • Konsep Business Process Improvement melalui Plan Do Check Action (PDCA).

EXELLENT PUBLIC SPEAKING

Banyak orang menolak dan takut untuk berbicara di depan umum (Public Speaking). Padahal kemampuan berbicara di depan umum (public speaking skills) adalah kemampuan yang bisa membuat karir melesat bak meteor, meningkatkan penjualan, meluaskan network dan membentuk citra positif untuk Anda dan perusahaan. Sangat disayangkan apabila kemampuan berbicara yang baik dan benar jarang dikuasai oleh para professional. Hal ini akan sangat terasa saat interaksi komunikasi terjadi pada level new entry dan supervisor. Banyak profesional kesulitan menyampaikan ide, canggung, tidak fokus dan presentasi membosankan dan risikonya bisnis pun melayang pergi. Bahkan manajer dan pemimpin perusahaan pun masih banyak yang harus memoles lagi kemampuan komunikasi untuk menyampaikan visi, memotivasi bawahan dan mendapatkan kepercayaan bisnis dengan lebih

efektif lagi. Melalui pelatihan ini, kami dari tim StarCo akan membantu Anda dan organisasi Anda menjadi seorang komunikator yang hebat dan andal!

Workshop Outcome

  • Pada akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:
  • Peserta mengerti konsep, aspek penting dan cara berkomunikasi dengan efektif;
  • Peserta menguasai cara melakukan public speaking dengan baik;
  • Peserta dapat menyampaikan ide dengan bahasa yang mudah dimengerti;
  • Peserta dapat menggerakkan orang lain dengan bahasa yang memotivasi;
  • Peserta dapat membentuk citra positif dengan menggunakan bahasa tubuh dengan baik;
  • Peserta dapat melakukan presentasi untuk sosialisasi atau penjualan dengan baik.

Metode dan Pendekatan Workshop

  • Workshop yang interaktif dan hands on learning melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan latihan dengan kasus yang akan mendorong suasana belajar yang dinamis dan produktif.
  • Fasilitator akan selalu menjelaskan konsep, metodologi, dan contoh yang konkret, sehingga para peserta akan mampu menyerap danmengaplikasikannya dalam latihan yang telah disiapkan.

LEADERSHIP FOR MANAGERS

“Jika seseorang diangkat menjadi manajer dalam suatu jenjang jabatan di perusahaan, apakah mereka sudah siap membangun tim kerjanya dengan efektif?” Siap atau tidaknya seseorang menjadi manajer dapat dilihat dari kemampuannya dalam menggerakkan orang lain untuk bekerja sesuai dengan yang diinginkannya tanpa mereka sadari. Jadi, semakin tidak sadar seseorang dipimpin, semakin sukses seorang pemimpin menjalankan perannya dalam memimpin.

Workshop ini dirancang untuk membantu para manajer dalam mengembangkan kemampuan memimpin untuk mencapai sasaran pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan metodologi yang jelas serta dipandu oleh konsultan yang menguasai konsep dan praktik dan telah berpengalaman dalam membantu perusahaan di berbagai bidang industri, maka peserta akan dipandu secara learning by doing untuk mempunyai pengalaman secara psychomotoric dan hands on learning melalui tahap-tahap simulasi dalam workshop.

Workshop Outcome

  • Di akhir workshop peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:
  • Memahami konsep manajemen dan konsep kepemimpinan;
  • Memahami peran dan tugas seorang pemimpin;
  • Memahami peran visi pribadi dalam mendukung visi organisasi;
  • Memahami cara menetapkan sasaran kerja dalam strategi untuk menggerakkan orang lain menjalankan tugasnya;
  • Memahami kepribadian dan karakter orang lain;
  • Memahami cara mendorong, mengarahkan, dan memotivasi orang lain;
  • Memiliki wawasan untuk menjalankan tugas seorang pemimpin dengan penuh kepercayaan diri.

Kerangka Workshop

  • Tantangan Bisnis dan Business Model di era Globalisasi;
  • Mengapa ISO 9001:2015 kurang berdampak terhadap bisnis;
  • Kepuasan dan loyalitas pelanggan;
  • Developing Business Process Map;
  • Developing Cross Functional Map;
  • Developing Standard Operating Procedure;
  • Change Management dalam Getting Commitment and Responsibility;
  • Process Based Organization Design;
  • Konsep Business Process Improvement melalui Plan Do Check Action (PDCA).

OPTIMALISASI MANAJEMEN KINERJA BERBASIS BALANCE SCORECARD

“Dewasa ini, dengan semakin meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan hak dan kewajiban sebagai warga negara, tuntutan akan pelayanan dan kontribusi dari organisasi-organisasi publik akan terus semakin meningkat. Dalam hal ini, organisasi publik dituntut untuk semakin meningkatkan efektivitas kinerjanya. Konsep ’Balanced Scorecard’ (disingkat BSC) pertama kali dikemukakan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada tahun 1992. Dalam implementasinya pada organisasi publik, konsep BSC berfungsi sebagai berikut:

  • BSC merupakan suatu instrumen yang dibutuhkan oleh para pimpinan (pejabat) untuk mengarahkan (navigate) aktivitas organisasi kepada misi (tujuan, mandat atau kebijakan) yang diemban organisasi;
  • BSC merupakan metode untuk menjabarkan (translate) misi organisasi menjadi indikator-indikator kinerja terpenting yang dapat diukur (key performance indicators);
  • BSC memetakan indikator-indikator kinerja terpenting menjadi suatu Rumusan Strategi (Strategy Map) yang digunakan untuk mensukseskan misi yang diemban organisasi.

Pelatihan ini memberikan bekal pengetahuan tentang konsep, metode dan teknik-teknik dalam BSC yang dapat diimplementasikan untuk menjabarkan misi organisasi menjadi indikator-indikator kinerja terpenting, baik untuk tiap-tiap jabatan, bagian atau organisasi yang dipimpinnya. Berdasarkan bekal pengetahuan yang diperoleh, diharapkan para peserta pelatihan dapat mengimplementasikannya untuk menyusun format dan kriteria penilaian kinerja karyawan, bagian-bagian dan organisasi yang dipimpinnya. Dalam hal ini, filosofinya adalah : ’you cannot manage what you cannot measure, and you cannot measure what you cannot describe’ (kita dapat mengelola sesuatu dengan baik apabila kita dapat mengukur apa yang kita kelola, dan untuk dapat mengukurnya kita harus dapat mendeskripsikannya).

Proses pelaksanaan penilaian kinerja secara terukur, dan perumusan strategi organisasi yang tepat, diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja organisasi secara menyeluruh dan mengarahkan organisasi untuk mensukseskan misi yang diembannya.

Workshop Outcome

  • akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:
  • Memahami konsep ’Balanced Scorecard’ sebagai bagian dalam sistem manajemen suatu organisasi publik (instansi pemerintah);
  • Memiliki pengetahuan tentang penggunaan ”Balanced Scorecard’ sebagai teknik penilaian kinerja karyawan, bagian-bagian dalam organisasi dan kinerja organisasi secara keseluruhan;
  • Memiliki pengetahuan tentang konsep ’Balanced Scorecard’ sebagai suatu alternatif pendekatan untuk menyusun Rencana Strategik (Renstra) pada organisasi publik. Kerangka Workshop
  • Konsep dasar ’Balanced Scorecard’ yang bertolak dari filosofi: ’you cannot manage what you cannot measure, and you cannot measure what you cannot describe’;
  • Implementasi ‘Balanced Scorecard’ sebagai instrumen untuk mengukur kinerja karyawan, kinerja bagian-bagian dalam organisasi dan kinerja organisasi secara menyeluruh (penyusunan ‘key performance indicators’);
  • Konsep ‘Balanced Scorecard’ sebagai suatu alternatif pendekatan untuk menyusun Rencana Strategik organisasi.

PENERAPAN 5R DI PERKANTORAN

5R adalah disiplin pengelolaan tempat kerja, penerapannya tidak hanya untuk di industri manufaktur. Bagaimana penerapannya di perusahaan jasa atau di kantor? Apakah Anda pernah mencari dokumen sampai berjamjam? Mencari barang tidak ketemu, kemudian membeli lagi? Merasa tidak mempunyai cukup tempat untuk menyimpan dokumen atau barang? Waktu dihabiskan untuk mondar-mandir? Tidak tahu siapa yang sedang meminjam suatu dokumen? Dokumen penting tercampur dengan dokumen lainnya. Sering terjadi kesalahan pada pekerjaan administrasi. Proses birokrasi yang panjang, lama dan tidak efisien.

Proses transfer informasi yang tidak efektif. Ada delapan jenis pemborosan yang terjadi di kantor yang akan diungkapkan dan dituntaskan melalui ‘Penerapan 5R di Perkantoran’. 5R atau 5S adalah huruf awal dari lima kata Jepang: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin. Kelima kata tersebut merupakan lima tahapan menuju perbaikan efisiensi, moral, dan lingkungan kerja secara total, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas kerja. Workshop ini dirancang untuk membantu para penanggung jawab di kantor dalam meningkatkan kinerja operasional di kantornya seperti mutu pelayanan yang prima, waktu yang sesuai permintaan pelanggan, dan biaya yang efisien.

Dengan metodologi yang sederhana (Konsep – Contoh – Simulasi – Rencana Tindak Lanjut) serta dipandu oleh konsultan yang menguasai konsep dan berpengalaman dalam menerapkan di berbagai industri jasa dan manufaktur, maka peserta akan dengan mudah mendapatkan bekal dalam merancang dan melaksanakan program efisiensi kerja yang praktis dan sistematis di tempat kerjanya.

Workshop Outcome

Di akhir workshop peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:

  • Memahami KAIZEN dan Falsafah Dibaliknya
  • Meningkatkan kepekaan terhadap masalah
  • Menyadari pentingnya Tempat Kerja (GEMBA)
  • Menyadarkan pentingnya peran tiap karyawan dalam menjalankan improvement
  • Memahami Konsep 5S dan Manfaat Program 5S
  • Memahami langkah-langkah Implementasi 5S di Pabrik
  • Mempersiapkan Penerapan Konsep 5S di Perusahaan

Kerangka Workshop

  • KAIZEN (Continuous Improvement)
  • Konsep 5S, Definisi, Aktivitas dan Sasaran
  • Konsep 5S: Seiri-Ringkas, Seiton-Rapi, Seiso-Resik, Seiketsu-Rawat,
  • Shitsuke-Rajin
  • Penerapan Program 5S di Perusahaan
  • Organisasi dan Peran Karyawan
  • Langkah-langkah Penerapan 5S di Perusahaan
  • Alat-alat bantu 5S
  • Kunci sukses di dalam Penerapan Program 5S

Metode Workshop

  • Workshop yang interaktif dan hands on learning melalui ceramah, video, games, diskusi, simulasi, dan latihan dengan kasus yang akan mendorong suasana belajar yang dinamis dan produktif dengan prinsip-prinsip “adult learning”.
  • Fasilitator akan selalu menjelaskan konsep, metodologi, dan contoh yang konkret, sehingga para peserta akan mampu menyerap dan mengaplikasikannya dalam latihan yang telah disiapkan.

PROFESSIONAL PRESENTATION SKILLS

Presentasi dilakukan seseorang kepada sekelompok orang lain dengan berbagai tujuan dan kepentingan. Biasanya, banyak yang bisa diperoleh dari sebuah presentasi, namun banyak juga yang tidak tertangkap. Dengan sedikit panduan yang jelas, sebuah presentasi dapat menjadi sangat efektif.

Presentasi adalah sebuah keterampilan yang dapat dengan mudah dipelajari dan dilatih untuk membantu menyampaikan sebuah presentasi yang efektif.

Dalam workshop dua hari ini para peserta akan dipandu untuk mendesain dan melakukan presentasi secara umum, sehingga para peserta mendapatkan sebuah pengetahuan, keterampilan dan sikap tertentu agar mereka dapat meningkatkan kualitas presentasi dalam rangka meningkatkan kinerja dalam tugas mereka.

Workshop Outcome

Pada akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:

  • Memahami prinsip-prinsip dalam melakukan presentasi yang efektif dan professional;
  • Mengelola ide dan gagasan sehingga dapat menjadi sebuah presentasi yang jelas dan menarik;
  • Menyampaikan presentasi secara efektif;
  • Memahami jenis audiens/pendengar dan dapat menanggani pertanyaan peserta;
  • Menggunakan berbagai alat bantu presentasi multimedia.

Kerangka Workshop

  • Pengenalan: keterampilan presentasi professional;
  • Penguasaan panggung dan kepribadian;
  • Mengembangkan keberanian dan rasa percaya diri;
  • Penyampaian yang berdampak;
  • Intisari penyampaian yang baik;
  • Latihan individu;
  • Pidato tanpa persiapan.

Metode dan Pendekatan Workshop

  • Workshop yang interaktif dan hands on learning melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan latihan dengan kasus yang akan mendorong suasana belajar yang dinamis dan produktif.
  • Fasilitator akan selalu menjelaskan konsep, metodologi, dan contoh yang konkret, sehingga para peserta akan mampu menyerap dan mengaplikasikannya dalam latihan yang telah disiapkan.

UPGRADING QUALITY MANAGEMENT SYSTEM (QMS) AWARENESS

Mutu merupakan kata kunci dalam Era Globalisasi yang ditandai begitu banyaknya persaingan yang ketat pada saat ini. Keberhasilan dalam upaya untuk menjadi pemenang dalam kompetisi dunia usaha sangat ditentukan

oleh kemampuan organisasi dalam mengelola dan meningkatkan sumberdaya yang di miliki dalam memberikan layanan yang benar-benar prima.

Sistem Manajemen Mutu (SMM) merupakan suatu tatanan yang menjamin tercapainya tujuan dan sasaran-sasaran mutu yang direncanakan. Jadi maksud dari penerapan sistem manajemen mutu adalah adalah

mendapatkan panduan yang menyeluruh dalam rangka mendesain, membangun, menerapkan, dan mengevaluasi sistem manajemen mutu berdasarkan persyaratan standar ISO 9001:2008. Dengan Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008, diyakini akan dapat memberikan nilai tambah bagi sebuah organisasi. ISO 9001:2008 merupakan persyaratan Sistem Manajemen Mutu yang mencakup pemastian mutu produk dan juga diarahkan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Maka dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan instansi Anda akan bertambah baik sistem administrasinya pada semua bagian dan sub bagian. Karena organisasi Anda diwajibkan untuk mengendalikan kearsipan sehingga memiliki prosedur kerja yang operasional dan terukur (dapat dilaksanakan), sehingga tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan kewajiban.

Workshop Outcome

Pada akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk:

  • Memahami Konsep QMS;
  • Memahami persyaratan ISO 9001:2008 secara detail;
  • Dapat menemukan cara untuk melakukan audit proses (pembukaan pertemuan, audit dan menutup pertemuan);
  • Mampu melakukan beberapa audit internal;
  • Memperoleh pengetahuan untuk melakukan dan melaporkan auditproses;
  • Mengerti dan dapat merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan,melaporkan dan menindaklajuti kegiatan audit internal secaraberkelanjutan.

Kerangka Workshop

  • Konsep Mutu dan Prinsip Manajemen Mutu;
  • Sistem manajemen mutu dan ISO 9001:2015
  • Persyaratan ISO 9001:2015;
  • Persyaratan yg harus dipenuhi dalam ISO 9001:2015
  • Persyaratan sistem manajemen mutu
  • Persyaratan tanggung jawab manajemen
  • Persyaratan sumber daya
  • Persyaratan realisasi pelayanan
  • Dokumentasi QMS Organisasi Spesifik
  • Sekitas tentang audit QMS
  • Konsep perbaikan, tindakan perbaikan, pencegahan, dan peningkatan

Metode dan Pendekatan Workshop

  • Workshop yang interaktif dan hands on learning melalui ceramah, diskusi, simulasi, dan latihan dengan kasus yang akan mendorong suasana belajar yang dinamis dan produktif.
  • Fasilitator akan selalu menjelaskan konsep, metodologi, dan contoh yang konkret, sehingga para peserta akan mampu menyerap dan mengaplikasikannya dalam latihan yang telah disiapkan

PENGEMBANGAN SASARAN KERJA PEGAWAI (SKP) DAN SISTEM PENILAIAN PNS

Sesuai dengan perkembangan dan dinamika kepegawaian, saat ini telah dikembangkan format penilaian pengganti DP3, yaitu pegawai negeri sipil dinilai dari dua aspek, (i) sasaran kerja pegawai, atau yang dikenal dengan SKP, dan (ii) perilaku pegawai. Format ini telah dituangkan dalam bentuk peraturan pemerintah, melalui ketetapan PP No. 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Kepala BKN No. 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP No. 46 Tahun 2011.

Sebagai suatu kebijakan yang bersifat baru (mulai diimplementasikan pada tahun 2014 ini), tentu memerlukan proses pemahaman dan internalisasi ke segenap pegawai di masing-masing instansi atau lembaga. Di Martha, kami akan mendampingi, memandu dan mengumpulkan bahan penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP). Untuk program konsultansi, kegiatan akan dimulai dengan sosialisasi peraturan yang menjadi acuan dalam penyusunan SKP (PP dan Perka BKN), kemudian diskusi per masing-masing unit kerja. Konsultan juga akan

menelaah Renstra, RKA-KL, dan Renja yang salah satunya menjadi acuan dalam penyusunan SKP.

Proposal ini dirancang dalam bentuk pelatihan atau workshop, sehingga diharapkan para peserta dapat menyusun SKP sekaligus praktik demo dengan sistem aplikasi online.

Workshop Outcome

Pada akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk :

  • Pemahaman terhadap konsep dan cara penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP).
  • Mengembangkan Sasaran Kerja Pegawai (SKP).
  • Memahami cara melakukan evaluasi SKP dan implementasi dalam penilaian berdasarkan Sistem Penilaian yang Bersifat Otomasi atau Online.

Metode dan Pendekatan Workshop

  • Workshop yang interaktif dan hands on learning melalui ceramah, diskusi dan latihan dengan kasus masing-masing perusahaan, presentasi peserta, software aplikasi dan video presentasi yang akan mendorong suasana belajar yang dinamis dan produktif.
  • Fasilitator akan selalu menjelaskan konsep, metodologi, dan contoh yang konkret, sehingga para peserta akan mampu menyerap dan mengaplikasikannya dalam latihan yang telah disiapkan.
  • Di akhir workshop, bahan latihan selama dua hari workshop dapat dibawa pulang oleh peserta sebagai draft awal mengimplementasikan konsep ini di perusahaan.

STATISTIK DAN METODE KUANTITATIF

Kompetensi melakukan analisis statistik dan metode kuantitatif dan pengoprasian software pendukungnya adalah kebutuhan dasar penanggung jawab jabatan fungsional dibidangnya. Kemampuan ini menjadi penting demi menunjang kegiatan instansi pemerintah dalam pengolahan dan penyediaan data dan informasi yang akurat dan terkini.

Analisis data mempunyai tujuan mengetahui perbedaan nilai rerata dari variable respon atau indicator masalah tertentu antar kelompok individu. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan analisis kuantitatif dengan model statistik yang relevan dari data sampel maupun populasi yang diamati. Hasil analisis data akan memberikan makna apabila sumber data dilakukan dari pengamatan ataupun pengukuran yang valid. Dengan demikian validitas data yang dihasilkan dari pengamatan atau pengukuran sangat penting untuk menghasilkan kesimpulan atau keputusan yang benar.

Di Martha , konsultan kami akan mendampingi dan memandu ilmu dari metodologi penelitian, metode-metode statistik, serta aplikasi softwaresoftware statistik. Proposal ini dirancang dalam bentuk pelatihan atau

workshop, sehingga diharapkan para peserta dapat memahami analisis statistik dan sekaligus praktik demo menggunakan reliable software.

Workshop Outcome

Pada akhir workshop ini, peserta akan mendapatkan kemampuan untuk :

  • Pemahaman terhadap Statistik Terapan dan Metode Kuantitatif untuk penelitian sosial;
  • Memahami penerapan statistik deskriptif;
  • Memahami Analisis Varians, Analisis Kovarians dan Analisis Korelasi;
  • Memahami metode pengujian hipotesis;
  • Memahami konsep dan penerapan model regresi linear dan multiple regression;
  • Memahami pengenalan dan penerapan Structural Equation Modelling SEM);
  • Mendapatkan kemampuan pengunaan software statistik.

Metode dan Pendekatan Workshop

Workshop yang interaktif dan hands on learning melalui ceramah, diskusi dan latihan dengan software aplikasi yang akan mendorong suasana belajar yang dinamis dan produktif. Fasilitator akan selalu menjelaskan konsep, metodologi, dan contoh yang konkret, sehingga para peserta akan mampu menyerap dan mengaplikasikannya dalam latihan yang telah disiapkan. Di akhir workshop, bahan latihan selama dua hari workshop dapat dibawa pulang oleh peserta sebagai draft awal mengimplementasikan konsep ini

di kantor.